Rabu, 25 Juni 2008

Surabaya, kota kenangan..

Surabaya merupakan kota yang penuh kenangan bagi gw. Ini karena Surabaya adalah kota pertama yang gw injak setelah lulus SMU. Gw bimbel disini. Trus di kota perjuangan ini, gw melepas rindu bareng kekasih gw.


Waktu itu, tanggal 15 Juni. ..


Kami telah berjanji untuk meluangkan waktu berlibur di Surabaya. Tidak lama kami di Surabaya, hanya hari Sabtu dan Minggu. Waktu memang terasa sangat cepat berlalu. Sampai tibalah waktu untuk kami harus kembali ke kota masing-masing.

Pesawat dia berangkat lebih awal dari pesawat saya. Kami duduk di ruang tunggu utama, sebelum masuk ke gate masing-masing. Hari mungkin melelahkan baginya. Dia tak sengaja terlelap di pangkuan saya beberapa saat, dibalut cardigan, mungkin untuk mengusir udara dingin di tubuhnya. Tak lama annoucement bahwa ia harus boarding terdengar. Waktu tidak menjadi lambat saat moment ini. Kami berdiri, kemudian berjalan menuju gate yang harus dia masuki. Waktu benar-benar tidak menjadi lambat. Tidak ada apapun yang bisa kami lakukan. Sebuah kata-kata perpisahan pun tak terucap.

Dengan terburu-buru dia masuk ke lorong yang langsung menuju ke pesawat. Dia berjalan, kemudian berhenti untuk bertanya pada petugas, dan berjalan lagi. Dia tidak tahu, saya menatapnya dari luar. Ya, hanya menatapnya dari belakang. Melihat caranya berjalan meninggalkan saya yang berdiri tepat di belakang kaca. Saya mencoba memanggilnya, tapi dia tak mendengar. Tentu, dia kan sudah di dalam sana, mana bisa mendengar suara dari luar, pikir saya. Dia terus berjalan, kiri, kanan, kiri, kanan, dan tak menoleh sedikitpun. Saya berharap dia memiliki sedikit feeling, bahwa ada yang memperhatikannya dengan lidah kelu.

Saya memperhatikannya. Dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Saya mencoba melambaikan tangan dan membuat gerakan agar dia bisa menoleh. Tapi itu tidak berhasil. Saya sudah putus asa. Saya hanya bisa menatap kembali. Ooh, saya punya ide, mengapa saya tidak meneleponnya saja. Tapi saat ingin mengambil HP, saya lihat dia sudah diujung tikungan. Tidak, saya tidak bisa meneleponnya. Ketika nanti saya memencet nomornya, saya akan kehilangan waktu beberapa detik untuk tetap melihatnya. Detik merupakan waktu yang sangat berarti di saat-saat seperti ini.

Beberapa langkah lagi, ia akan sampai di tikungan, dan pada saat itu saya tidak akan lagi melihat tubuhnya. Tolong, berhenti sebentar saja. Jangan hilang dari pandangan saya dulu. Lihat saya dulu. Senyumlah pada saya dulu. Lambaikan tanganmu yang indah..

Dia…terus berjalan…

Tiga langkah lagi dia akan sampai di tikungan…

Saya menghitung langkahnya…

Tiga…

Dua…

Satu…

Dan sekarang, dia telah benar-benar menghilang….

Saya hanya bisa berdiri….

Menatap lorong yang kini menjadi kosong…

Hanya sinar mentari sore yang masuk melalui kaca lorong…

Dan kini…

Dia benar-benar telah pergi…

Saya membalikan badan, kembali terdengar riuh rendah keramaian bandara. Berjalan gontai ke arah ruang tunggu utama. Mencari tempat duduk menghadap ke TV dan membuka HP. Ternyata ada SMS darinya.

"Hunn,,aku udah di dalem pesawat. Ternyata aku orang terakhir yang naik pesawat.. Aku duduk, pesawatnya langsung jalan, xixixixixixi..Malu aku.."

Saya kecewa, tak ada kata sayang darinya. Setetes air di layar HP membuyarkan lamunan saya. Dan waktu pun terus berputar…


Waktu itu, tanggal 15 Juni…

5 komentar:

  1. waah,,
    blog nya menyentuh sekali..
    seandainya saja qm tw apa yang ada dipikiran kekasihmu,,

    dia nyariin qm dr bawah
    sambil ngeluarin air mata..
    tp sayang qm ataupun bayangan qm ga ada..

    air mata itu masih mengalir sampai dia duduk dpesawat dan nulis sms yang isinya gini
    "hunn,,maaf ya aq ga liat qm,,ga ngucapin salam perpisahan,,aq berat bwat pisah ma qm,,waktunya telalu cepat,,aq masih pingin bareng2 na qm,,ktawa2,,crta2...aq gtw kata2 apa yang harus aq bilang bwat ngungkapin rsa sayang aq ke qm..luph u so much hunn"

    tp,,dia urung bwat ngirimin sms itu
    dan ngirim sms yang isinya seperti yang qm kutip..qm tw sms itu masih ada di outboxnya sampe sekarang..

    wah2..
    sepertinya crta ini bisa djadiin sinetron niy..
    hahahahhaha

    sering2 nulis yaaa....
    ^_^

    -kodok bunting-

    BalasHapus
  2. cieeee.......kayaknya gw tau tokoh dalam cerita ini

    BalasHapus
  3. aduh dip ko curhatan gw km posting dblog sih..malukan..

    BalasHapus
  4. sabar paak...

    kadar cinta yang sama mungkin saja diungkapkan berbeda oleh masing-masing pemiliknya...

    BalasHapus
  5. waaah......hiks..hiks...
    critanya romantis ajah....
    jadi pengeeeeeeeennnn....
    aku mo nelp si mantan gubernur jakarta dulu ahh..
    membawa inspirasi ne critanya... ^_^

    BalasHapus