Selasa, 29 Desember 2009

Namaste - Keagungan Filosofi Timur





Namaste berasal dari 2 kata "Namah" yang artinya menunduk, hormat; dan "Te" yang artinya padamu, merupakan cara yang lazim digunakan untuk menyapa atau memberi salam di Asia Selatan. Namaste digunakan oleh multi-agama dan lebih ditekankan pada representasi arti dari "Saya Menghormati Anda". Ketika berbicara dengan orang lain, biasanya diikuti oleh gerakan mencakupkan kedua tangan di depan dada.

Filosofi Namaste bagi saya pribadi lebih ke arah sifat diri yang rendah hati. Sebuah ungkapan yang dengan sangat elegan memberi penghormatan kepada siapa saja tanpa memandang atribut orang tersebut, apakah dia kaya, miskin, rupawan, buruk, terhormat, hina, sehat, sakit, dsb. Mendalami filosofi Namaste, mengajarkan saya untuk lebih mencintai semua ciptaan Tuhan. Tak akan ada niat untuk menindas, membunuh, menfitnah, mencaci-maki, ataupun sekedar menggosipkan orang lain di belakang. Tindakan-tindakan tersebut sangat melukai rasa penghormatan saya kepada sesama. Dan otomatis mencederai rasa bakti kepada Tuhan yang saya sembah.

Menghormati orang lain sama dengan menghormati diri sendiri. Karena sejatinya, di dalam diri saya dan orang lain memiliki satu kesamaan yang agung. Yang Agung inilah yang disebut dengan "Jiwa". Dan Jiwa inilah "cahaya" Tuhan yang paling kecil yang berada di dalam diri kita yang harus kita berikan penghormatan tertinggi. Namaste!

Jika Filosofi Timur begitu Agung, mengapa kita mesti kebarat-baratan? Bukankah Filsuf Barat juga mengakui Keagungan Filosofi Timur yang sangat Spiritual?


because pig always wanna bow to you
-dipsie-

22 komentar:

  1. Thanks infonya.. Namaste

    BalasHapus
  2. waaaaaaaaaaa, terima kasih atas tambahan pengetahuannnya...


    .namaste.

    BalasHapus
  3. tentang namaste smpat bingung juga coz biasanya trlalu dekat dg ungkapan d angama hindu atau budha, Hello itu bisa menggantikan Namaste,
    juga Assalamualaikum pula hmmm jadi aku pilih hello aja lebih unipersal mungkin.

    BalasHapus
  4. Arti hello tidak sama dgn namaste. Jika hello itu berarti sapaan, sedangkan namaste lebih kepada penghormatan. Jika kita perhatikan, ajaran luhur ini masih dapat kita lihat pada sistem kerajaan baik di indo maupun luar negeri. Mengapa terlihat seperti dekat dengan agama Hindu atau Budha, krn agama ini memang berasal dr budaya dan tradisi Timur juga. Tetapi di kesultanan Jogja, sikap ini tetap dilakukan.
    Assalamualaikum, syalom, om swastiastu lebih ke arah doa untuk lawan bicara. Namaste merupakan sikap badan.

    BalasHapus
  5. Namaste itu ajaran Hindu, jadi tidak benar bila dikatakan digunakan oleh Multi-Agama..Orang2 Muslim di Asia Selatan justru mengharamkan untuk mengucapkan kata tersebut, juga balasannya yaitu kata Namashkar...

    BalasHapus
  6. Namaste kalau di Bali mungkin Om Swastyastu. Jadi jarang juga pake Namaste di Bali. Sikapnya tetap sama yakni mencakupkan kedua tangan bisa didepan dada, bahkan yang lebih hormat biasanya mereka didepan hidung, karena filosofinya di Bali semakin tinggi mencerminkan orang itu semakin menghormati dan semakin rendah hati. Kalaupun tidak mau memakai juga tidak apa-apa, karena yang terpenting itu kesadaran manusia itu, bagaimana ia belajar bicara sama orang lain, belajar berpikir yang baik tentang orang lain, dan tentunya belajar bertindak yang baik dan sopan terhadap semua mahkluk. Tidak berpikiran sempit adalah tujuan utama konsep kesadaran.

    BalasHapus
  7. hindu juga agama bung!! dan itu juga suci..., apakah agama anda itu paling suci? sehingga mengharamkan ucapan2 dr agama lain? bagaimana dgn anda? apakah anda sesuci agama anda?

    BalasHapus
  8. Tenang bro....pendapat boleh saja,jangan saling menghakimi,bagi sebagian mayoritas pemeluk agam diluar Hindu,arti namaste anggap lebih kepada penghormatan atas orang lain yang kebetulan ber-agama Hindu atau sedang belajar Yoga atau sedang mendalami Meditasi,selanjutnya masalah Iman dan keyakinan adalah masalah masing2...sama seperti bentuk sapaan lain seperti "God Bless You",dll.
    Setuju ! mampir dulu yaaa http://standing-ac-jakarta.blogspot.com/

    BalasHapus
  9. Namaste, gua menghormati anda sebagai percikan kecil Tuhan Pencipta Alam Semesta, yang berada di segala bentuk dan segala benda, Engkau yang berada di setiap jiwa, suci, kasih yang terbelenggu, sesungguhnya Engkau ada dimana-mana.

    Puji Tuhan.

    BalasHapus
  10. ijin share ya,, _/\_ namaste

    BalasHapus
  11. biarkan kafilah menggonggong. Orang baik berlalu...
    Namaste....

    BalasHapus
  12. wah... trima kasie atas smua ilmu ini.. mohon di ijin kan untuk copas agar bahan pembelajaran sy menjadi lebih lengkap... namaste
    http://cakepane.blogspot.com/p/ajaran-dharma.html

    BalasHapus
  13. trima kasih , namaste

    BalasHapus
  14. makasih banyak. namaste _/\_

    BalasHapus
  15. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,
    ”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    Meniru-niru ini mengandung beberapa arti, yaitu menyerupai, mengikuti, menuruti atau bersesuaian. Didalam hal ini, islam memiliki ciri khas tersendiri yang berasal dari Allah swt yang membedakan umatnya dari umat- umat lainnya, baik didalam aqidah, ibadah maupun akhlak. Karena itu, Rasulullah saw melarang setiap umatnya untuk mengambil atau meniru-niru prilaku yang menjadi ciri khas orang-orang diluar islam

    BalasHapus
  16. Islam banyak meniru kebiasaan yahudi, dari cerita penciptaan, nabi" dll... Cape deh dgn agama satu ini.. Super lebay dan sok! Minoritas yang sok ya itu..

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Islam itu benar dan kebenaran itu hak atau nyata. Islam mengajarkan yang baik dan melarang yang buruk. semua demi kebaikan manusia selama hidup didunia.

    contoh: Islam mengharamkan alkohol, babi, bangkai, dll. semua itu demi kebaikan manusia. bahkan orang agama lain seperti CR7 pun tidak menato tubuhnya dan tidak minum alkohol karena dia tau manfaat.

    Islam tidak meniru, Islam meluruskan kebenaran, mengembalikan manusia menuju sang pencipta. Saya tidak menemukan satupun kekurangan agama ini. Segala ajarannya baik. dan fakta dalam Al-Qur'an terbukti kebenarannya, segala amalannya bermanfaat dibuktikan oleh para ilmuan dari seluruh penjuru dunia baik yang mengetahui ayat Al-Qur'an maupun ilmuan murni.

    BalasHapus
  19. Hallo.....Namaste...... Assalamuallaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh

    BalasHapus
  20. Saling menyapa, saling menghormati dan disempurnakan dengan saling mendoakan antara sesama mahluk Tuhan....

    BalasHapus